Sumber Data & Metodologi

Peta Power Hub · Potensi Data Center Pulau Jawa

‹ Kembali ke Peta

Dashboard ini memeringkat lokasi terbaik untuk membangun hub data center di Pulau Jawa dengan menumpuk empat kriteria di atas jaringan listrik 500 kV. Berikut sumber data tiap layer beserta cara pengolahannya. Semua dataset bersifat publik dan diproses ulang menjadi GeoJSON.

Sumber Data
Kriteria 1 · Anchor

Kesiapan Trafo 500 kV

Rekap beban PHT & trafo PLN (sheet TRF BULANAN). Diambil hanya trafo rasio 500 kV, dihitung kapasitas terpasang & headroom (MVA sisa) dari beban puncak bulanan. Inti analisis — data center hanya bisa dibangun di mana grid 500 kV masih punya ruang.

Sumber: PLN — REKAP BEBAN PHT DAN TRAFO (Mei 2026)
Bentuk: 36 GITET 500 kV · titik
Update: bulanan (file rekap baru)
Kriteria 2

Potensi Air

Sungai utama & waduk/danau sebagai proksi sumber air pendingin. Sumber baseline OpenStreetMap (Java-wide). Tersedia pula data resmi BIG — Ketersediaan Air per Wilayah Sungai (kelas surplus/defisit) untuk pengayaan.

Sumber: OpenStreetMap (Overpass) · BIG Satu Peta
Bentuk: garis sungai + poligon waduk/WS
Lisensi: ODbL · BIG (publik)
Kriteria 3

Akses Tol

Gerbang tol & simpang masuk jalan bebas hambatan se-Jawa sebagai proksi akses logistik. Skor dihitung dari jarak ke titik akses tol terdekat.

Sumber: OpenStreetMap (Overpass)
Bentuk: ±1.500 titik akses tol
Lisensi: ODbL
Kriteria 4 · Menarik, bukan prioritas

Kabel Laut

Sistem kabel laut & titik pendaratan (landing point) di Indonesia. Skor dari jarak ke landing point terdekat — penting untuk konektivitas internasional, bobot lebih rendah.

Sumber: TeleGeography — Submarine Cable Map
Bentuk: garis kabel + titik landing
Suplemen · tidak diskor

Kawasan Industri

Estate/kawasan industri eksisting sebagai konteks perizinan & lahan. Ditampilkan sebagai layer opsional, tidak masuk perhitungan skor.

Sumber: OpenStreetMap (Overpass)
Bentuk: titik kawasan bernama
Lisensi: ODbL
Metodologi Skor
  1. Tiap GITET 500 kV diukur jaraknya ke fitur air, tol, dan kabel laut terdekat (proyeksi lokal, ~1–2% galat se-Jawa).
  2. Tiap jarak menjadi sub-skor 0–1 lewat peluruhan eksponensial exp(−jarak/skala) — makin dekat makin tinggi.
  3. Sub-skor daya = normalisasi headroom MVA antar-GITET (min–max).
  4. Skor komposit = Σ bobotᵢ × skorᵢ. Bobot diatur langsung lewat slider di peta — peringkat & warna berubah seketika tanpa hitung ulang geometri.
  5. PHT (saluran) belum diskor — grid diasumsikan dispatch optimal sampai data pembangkit tersedia.
Catatan akurasi: koordinat GITET dikurasi manual (xlsx tidak memuat koordinat). Beberapa kode Jabar/Jateng masih berakurasi rendah dan ditandai ⚠ di peta — verifikasi dengan data GIS PLN sebelum dipakai untuk keputusan investasi.
Diproses dari sumber publik menjadi GeoJSON · Basemap © OpenStreetMap, © CARTO · Peta interaktif: MapLibre GL
PLN TRF Mei 2026OpenStreetMapTeleGeographyBIG Satu Peta